Merencanakan Biaya Pendidikan Anak Dibantu Istri Bekerja, Kenapa Gak?

3 min read

Billy dan Anne, sepasang suami istri yang sama-sama bekerja dan memiliki seorang anak laki-laki berusia 4 tahun, Dimitri. Mengingat biaya hidup dan pendidikan yang meroket setiap tahun, Billy dan Anne sebagai orangtua yang peduli akan pendidikan anak, gak mau gegabah dan mulai mempersiapkan biayanya dari sekarang.

 

Mereka ingin berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik untuk Dimitri. Gak kebayang kan, gimana persaingan dunia profesional di masa-masa mendatang. Pasti akan jauh lebih menantang.

 

Itulah kenapa kita harus mempersenjatai anak dengan yang terbaik yang mampu kita berikan. Gimana, setuju dong moms and dads!

 

[Baca: Buat yang Siap Nikah dan Punya Momongan Simak Dulu Hitungan Manfaat Asuransi Pendidikan Anak]

 

 

Semisal saja Dimitri yang berusia 4 tahun pada 2015 akan mulai masuk TK (selama 2 tahun). Billy dan Anne membuat perencanaan jenjang sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA hingga kuliah.

 

Perkiraan biaya yang digunakan adalah standarisasi sekolah dan universitas swasta di Jakarta di tahun 2015. Mari kita coba cermati simulasi biaya pendidikan untuk Dimitri di bawah ini:

 

Tahun Usia Anak (Tahun) Jenjang Sekolah Perkiraan Uang Pangkal (Rp) Perkiraan Uang SPP per Bulan (Rp)
2015 4 TK (2 tahun) Rp     8.000.000 Rp 550.000
2017 6 SD (6 tahun) Rp   12.100.000   Rp 790.000
2023 12 SMP (3 tahun) Rp   27.000.000 Rp 1.715.000
2026 15 SMA (3 tahun) Rp   48.500.000 Rp 2.570.000
2029 18 Kuliah (PT) (4 tahun) Rp 189.861.000   Rp 22.785.000 (1 semester)

 

merencanakan biaya pendidikan anak

Orangtua mana sih yang gak ingin melihat anaknya mengenyam pendidikan setinggi-tingginya? 

 

 

Jika kita asumsikan kenaikan uang pendidikan adalah 10 persen per tahun, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

 

Taman Kanak-Kanak (TK) – Jenjang pendidikan 2 tahun (2015-2017)

– Uang pangkal TK 2015 = Rp 8 juta

– SPP bulanan = Rp 550 ribu x 24 bulan = Rp 13.200.000

 

Sekolah Dasar (SD) – Jenjang pendidikan 6 tahun (2017 – 2023)

– Semisal uang pangkal SD di tahun 2015 = Rp 10 juta, maka 2 tahun mendatang di tahun 2017 dengan kenaikan 10 persen akan menjadi Rp 12.100.000.

– SPP bulanan SD di tahun 2015 = Rp 650 ribu, maka 2 tahun mendatang di tahun 2017 menjadi sekitar Rp 790.000 x 72 bulan = Rp 56.880.000

 

Sekolah Menengah Pertama (SMP) – Jenjang pendidikan 3 tahun (2023 – 2026)

– Semisal uang pangkal SMP di tahun 2015 = Rp 15 juta, maka di tahun 2023 menjadi sekitar Rp 27.000.000.

– SPP per bulan di 2015 sebesar Rp 800 ribu, maka di tahun  2023 menjadi sekitar

= Rp 1.715.000 x 36 bulan = Rp 61.740.000

 

Sekolah Menengah Atas (SMA) – Jenjang pendidikan 3 tahun (2026 – 2029)

– Semisal uang pangkal SMA di tahun 2015 = Rp 17 juta, maka di tahun 2026 menjadi sekitar Rp 48.500.000.

– SPP bulanan di 2015 sebesar Rp 900 ribu, maka di tahun 2026 menjadi Rp 2.570.000 x 36 bulan = Rp 92.520.000

 

Perguruan Tinggi (Universitas) – Jenjang pendidikan S1 4 tahun (2029 – 2031)

– Semisal uang masuk universitas swasta di tahun 2015 sebesar Rp 50 juta maka di tahun 2029 atau 14 tahun kemudian menjadi sekitar Rp 189.861.000.

– Semisal uang per semester kuliah di perguruan tinggi swasta tahun 2015 adalah Rp 6 juta berarti di tahun 2029 dengan kenaikan sebesar 10% setiap tahun per semester menjadi sekitar Rp 22.785.000  

– Program S1 idealnya 4 tahun = 8 semester x Rp 22.785.000 = Rp 182. 280.000

 

Total uang pangkal dari TK – Kuliah (14 tahun)

TK = Rp 8.000.000

SD = Rp 12.100.000

SMP = Rp 27.000.000

SMA = Rp 48.500.000

Kuliah = Rp 189.861.000

= Rp 285.461.000

 

Total uang SPP bulanan / Semester  

TK = Rp 13.200.000

SD = Rp 56.880.000

SMP = Rp 61.740.000

SMA = Rp 92.520.000

Kuliah = Rp 182. 280.000

= Rp 406.620.000

 

Perkiraan total biaya pendidikan untuk Dimitri mulai dari TK hingga ke Perguruan Tinggi

= Rp 285.461.000 + Rp 406.620.000 = Rp 692.081.000

 

Ada jangka waktu 14 tahun bagi Billy dan Anne untuk mempersiapkan dana pendidikan Dimitri

14 tahun x 12 bulan = 168 bulan

Rp 692.081.000 : 168 bulan = Rp 4.119.529 atau sekitar Rp 4.120.000

 

Dari simulasi perhitungan di atas, Billy dan Anne harus menyisihkan dana khusus untuk pendidikan Dimitri gak kurang dari Rp 4.120.000 setiap bulannya.

 

Dengan penghasilan Billy sebesar Rp 20 juta setiap bulannya dan Anne sebesar Rp 10 juta per bulan, secara teori mereka sangat mampu menyisihkan Rp 4 juta setiap bulan bahkan lebih untuk biaya pendidikan Dimitri dong!

 

Peran Anne sebagai isteri dan ibu bekerja di sini sangat meringankan beban Billy sebagai kepala keluarga. Karena pastinya kebutuhan mereka gak hanya untuk biaya pendidikan anak saja. Ada pengeluaran rutin lain yang juga harus dipenuhi setiap bulannya.

 

merencanakan biaya pendidikan anak

Bukan rahasia lagi ya kalau biaya pendidikan itu meroket setiap tahunnya, persiapkan sejak dini dong! 

 

 

Alokasi pengeluaran rutin keluarga setiap bulan

– Tagihan listrik = Rp 1.500.000

– Belanja bulanan kebutuhan sehari-hari = Rp 3.000.000

– Uang bensin untuk ke kantor + makan (Billy + Anne) = Rp 4.000.000

– Pulsa (Billy + Anne) = Rp 600.000

– Tv Cable + Internet rumah = Rp 500.000

– Asuransi = Rp 1.500.000

– Dana family time = Rp 3.000.000

– Dana darurat = Rp 3.000.000

– Tabungan = Rp 3.000.000

– Gaji asisten rumah tangga = Rp 1.500.000

– Biaya pendidikan anak = Rp 5.000.000

– Total = Rp 26.600.000

 

Penghasilan Billy + Anne = Rp 30.000.000 – Rp 26.600.000 = Rp 3.400.000

 

[Baca: Duh Pilih Asuransi Pendidikan atau Tabungan Pendidikan Ya Bandingin Yuk]

 

 

Perlu di ingat bahwa estimasi perhitungan biaya di atas belum termasuk biaya pendidikan lain seperti les tambahan, biaya tahunan, biaya ekstrakurikuler sekolah dan lainnya. Tambahan lagi, setiap tahun semua kenaikan harga atau biaya pendidikan juga dipengaruhi oleh inflasi dan kondisi ekonomi.

 

Kisaran kenaikannya pun bervariasi dan bisa gak seragam tiap tahunnya. Semakin besar dana yang bisa disiapkan untuk pendidikan anak, pastinya akan lebih baik.

 

Dilema seputar ibu yang bekerja memang gak pernah ada habisnya ya, walau jaman sudah semakin modern. Ibu yang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga atau working moms itu bukan soal benar atau salah kok. Dikembalikan lagi saja pada masing-masing keluarga.

 

Entah itu stay home moms atau working moms, sah-sah saja. Selama pilihan yang diambil dijalani dengan happy dan sepenuh hati. Semua ibu di belahan dunia manapun pasti ingin selalu berusaha menjadi cahaya di dalam keluarga.

 

Dengan Anne yang juga memiliki penghasilan, keluarga kecil mereka memiliki dana lebih untuk persiapan pendidikan Dimitri. Dari estimasi alokasi pengeluaran setiap bulannya, Billy dan Anne mampu mencukupi seluruh kebutuhan keluarga.

 

merencanakan biaya pendidikan anak

Working atau stay home moms sama berharganya kok! Jadi, tetap semangat moms! 

 

 

Bahkan dari total penghasilan mereka berdua, ada sisa dana sebesar Rp 3.400.000. Pilihan yang paling baik adalah mereka dapat mengalokasikan dana tersebut untuk investasi.

 

[Baca: Tabungan Pendidikan Rp500 Ribu/Bulan Dibelikan Reksa Dana Tumbuh Jadi Rp 135 Juta]

 

 

Investasi yang dipilih gak harus besar, bisa melalui produk emas olahan PT Aneka Tambang atau reksa dana. Ini sama artinya dengan tambahan penghasilan dong untuk Billy dan Anne.

 

Melihat simulasi perencanaan biaya pendidikan untuk anak, gak ada salahnya dong jika isteri bekerja. Salah satu nilai plus ibu bekerja, dapat berkontribusi merencanakan biaya pendidikan anak.

 

 

Bahu-membahu bersama suami sehingga beban yang ditanggung suami juga terasa sedikit lebih ringan. So, untuk semua ibu di seluruh dunia, jangan pernah berkecil hati dengan apapun pilihanmu ya.

 

 

 

Image Credit:

  • http://us.images.detik.com/content/2015/11/12/911/180045_photo3.jpg
  • http://biroasuransi.com/wp-content/uploads/2014/11/Tabungan-asuransi-pendidikan-manulife-indonesia-13.jpg
  • http://www.dnaberita.com/foto_berita/81Wanita.jpg

Cari Cara Jadi Sukses? Yang Penting Gak Pelihara 6…

‘Lisa, lu doain ya gue bisa naik gaji bulan depan’ Rina berujar ke rekan kerjanya dengan mata berbinar. ‘Iya gue doain, makanya lu tunjukin...
ID_Prasetyo
2 min read

Pendidikan Keuangan Sejak Dini: Patutkah Memberi Anak Uang untuk…

Semua anggota keluarga sudah selayaknya punya tanggung jawab sama dalam membereskan rumah. Bahkan sekalipun keluarga itu sudah punya asisten rumah tangga.   Para ibu...
ID_Prasetyo
2 min read

Kenali Ragam Metode dan Biaya Sunat Anak Agar Tahu…

Tahu sunat alias khitan kan? Yup, sunat adalah semacam operasi kecil untuk melepaskan kulup atau kulit yang menutup ujung penis. Di Indonesia, sunat bukan hal...
ID_Prasetyo
3 min read